Cari:
Tgl Lelang:
Jenis Aset:
Lokasi:
Harga:

JENIS ASET



BERITA TERKINI

    Pengunjung :
    Total    : 58,391
    Hari ini : 58

BRI Jadwal Ulang Kredit Debitor Korban Merapi

Monday, 10 January 2011

YOGYAKARTA (SINDO) – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melakukan rescheduling (penjadwalan ulang) kredit terhadap 10.600 debitor terdampak erupsi Gunung Merapi senilai total Rp230 miliar.

Pemimpin BRI Kantor Wilayah Yogyakarta Eko Wahyu Andriastono mengatakan, debitor yang mendapatkan keringanan itu tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali, dan Muntilan. Rescheduling kredit terhadap debitor terdampak erupsi Merapi dilakukan BRI menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Bank Indonesia (BI) No 12/2010.SK BI yang dimaksud menyebutkan nasabah bank, terutama debitor korban bencana Merapi mendapatkan perlakuan khusus dalam penyelesaian kredit dan administrasi perbankan dari pemerintah. “Bentuk perlakuan khusus yang diamanatkan BI bisa dalam restrukturisasi kredit atau bank menyediakan dana lain untuk modal kerja dan usaha warga di daerah bencana,” papar Eko kemarin.

Menurutnya, skema rescheduling dibagi dalam beberapa kriteria. Pertama,debitor potential lossyang diperkirakan angkanya mencapai 35%. Mereka adalah debitor yang mengalami imbas terparah dari bencana dan diproyeksikan sulit menjalankan kewajiban. Sebab, tempat tinggal dan tempat usaha hancur atau bahkan rata dengan tanah.Terhadap mereka, akan dilakukan negosiasi terkait reschedule pembayaran utang. “Opsi pemutihan bisa saja dilakukan. Namun, kebijakan itu ada di BRI pusat. Kami hanya menunggu instruksi,” ungkapnya. Kedua,debitor yang berpotensi bangkit secara ekonomi. Penjadwalan kredit yang diberikan terhadap mereka antara enam bulan hingga satu tahun. Kriteria yang terakhir adalah debitor yang masuk catatan bermasalah, tapi mereka tinggal di area terdampak erupsi Merapi.

Kepada kategori ini, akan dipikirkan lebih lanjut skema penanganannya. “Karena kami tidak ingin ada penumpang gelap.Artinya, ada nasabah yang sebenarnya bermasalah sebelum erupsi,mereka menuntut hak yang sama,”ungkapnya. Berdasar catatan BRI, jumlah nasabah yang tinggal di area terdampak Merapi (23 kecamatan) lebih dari 200.000 orang.Namun, yang terkena imbas langsung hanya 4%.Adapun dana masyarakat yang mampu dihimpun BRI, khususnya di wilayah Yogyakarta sebagai simpanan sebanyak Rp13,2 triliun dengan total penyaluran kredit sebesar Rp13,7 triliun.

Wakil Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Imam Widodo menambahkan, selain rescheduling kredit, mereka juga menyiapkan kredit kemitraan bagi debitor mikro dan ritel erupsi Merapi yang loyal kepada BRI. Besaran kredit yang diterima antara Rp5 juta–Rp25 juta dengan bunga 6%.Harapannya melalui cara ini, mereka bisa kembali bangkit sesegera mungkin. “Kalau CSR (kepedulian perusahaan) terus dilakukan selama masa tanggap darurat, termasuk banjir lahar dingin yang menimpa warga Code maupun Muntilan,” paparnya. Dihubungi terpisah,Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali menerangkan, BRI akan melakukan pemutihan kredit kepada debitor yang benar-benar tidak bisa recovery lagi karena tempat usahanya sudah rusak parah dan agunannya juga tidak ada sama sekali.

“Bagi mereka, kami sudah tidak bisa berharap banyak lagi karena tempat usahanya sudah rata dengan tanah. Karena itu, bagi yang terkena imbas sangat parah akibat letusan Gunung Merapi, BRI akan menghapus bukukan kreditnya,” tandas Ali. (arif budianto/ rakhmat baihaqi)

DILELANG SEGERA

Dilelang Bangunan Rumah Tinggal
Tanggal lelang: 23 September 2014
Rp 147.979.000 ,-
Dilelang Bangunan Rumah Tinggal di Desa Langseb Kec. Lebakwangi, Kab. Kuningan
Tanggal lelang: 23 September 2014
Rp 347.118.000 ,-
Dilelang Bangunan Rumah Tinggal di Perum Korpri Cigintung, Kab. Kuningan
Tanggal lelang: 23 September 2014
Rp 121.450.000 ,-